Berbagai Metode Menghafal Al-Qur’an Yang Mudah Untuk Dipelajari

Berbagai Metode Menghafal Al-Qur’an Yang Mudah Untuk Dipelajari

Menjadi seorang hafidz atau hafidzoh adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa, terlebih jika mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz. Selain menjalankan as-sunnah, seorang hafidz atau hafidzoh juga bisa dengan mudah mendapatkan kesempatan belajar di sejumlah perguruan tinggi yang ada di timur tengah secara gratis.

Akan tetapi untuk bisa menghafal Al-Qur’an sendiri bukanlah sesuatu yang mudah. Membutuhkan penerapan metode menghafal Al-Qur’an yang tepat

Dengan menghafal Al-Qur’an berarti juga telah menjaga musnahnya Al-Qur’an dari perkembangan jaman yang semakin lama semakin jauh dari agama. Untuk mampu menghafal Al-Qur’an tidaklah cukup hanya dengan belajar sendiri tanpa didasari niat yang kuat.

Bahkan sebagian orang belum bisa menguasai bacaan dengan benar meskipun telah murojaah berkali-kali. Hal tersebut bisa jadi karena hatinya belum sepenuhnya ikhlas dalam menghafal Al-Qur’an.

Untuk bisa benar-benar menguasai hafalan Al-Qur’an terlebih sampai 30 juz, perlu niat yang sungguh-sungguh dari dalam hatinya. Juga memerlukan ketekunan dan ketelatenan yang amat besar untuk murojaah setiap hari agar tidak lupa akan bacaan yang telah dikuasai.

Oleh sebab itu, perlu metode khusus dalam mengkaji dan menghafal Al-Qur’an. Sehingga ketepatan bacaan, makhorijul huruf, serta tajwidnya tidak berkurang sama sekali.

Belakangan ini banyak sekali metode menghafal Al-Qur’an yang dikembangkan oleh para hafidz, di Indonesia sendiri cara menghafal Al-Qur’an telah banyak menciptakan para penghafal muda bahkan anak kecil.

Silahkan beli speaker al-qur’an untuk membantu menguatkan hafalan anda

Awalnya hanya ada satu cara dalam menghafal Al-Qur’an, namun pada masa ini para hafidz telah mengembangkan dan menemukan metode menghafal Al-Qur’an yang lebih mudah dan efektif untuk diaplikasikan.

Seperti apa metode-metode tersebut, selengkapnya dapat Anda pelajari sebagai berikut:

Metode menghafal Al-Qur’an oleh ustadz Yusuf Mansyur

Metode yang diterapkan ustad Yusuf Mansyur dengan menggunakan kekuatan pikiran, bukan berarti kekuatan pikiran seperti yang ada pada pesulap, namun yang dimaksud disini ialah mempertajam daya fikir otak.

Oleh ustad Yusuf Mansyur, menghafal harus diulang terlebih dahulu sekitar 20 sampai 40 kali dan biarkan hafal dengan sendirinya atau sering disebut dengan istilah murojaah.

Jika ayat yang dihafal terlalu panjang, potong ayat tersebut sesuai dengan daya ingat yang Anda jangkau, hal ini agar mempermudah Anda dalam menghafalnya.

Tidak perlu terburu-buru dalam menghafal, menghafal harus dengan pelan, menikmati setiap bacaan, diresapi setiap maknanya hingga bacaan tersebut serasa menyatu dengan setiap hembusan nafas Anda juga tertanam seutuhnya pada hati dan fikiran Anda.

Praktikkan bacaan yang telah Anda hafalkan dengan benar tanpa ada salah pada makhrojul huruf serta tajwidnya dalam sholat-sholat sunah.

Selain Anda mendapat pahala yang lebih dalam melakukan sholat sunah, Anda juga bisa membiasakan diri dengan hafalan yang telah dipelajari sebelumnya sehingga kemungkinan besar otak Anda bisa dengan mudah mengingat bacaan tersebut.

Lakukan murojaah dalam jangka panjang agar tidak terkena hafalan bohong. Yang dimaksud dengan hafalan bohong adalah mampu menghafal beberapa bacaan dalam waktu yang singkat namun ketika waktu yang lama misalkan satu bulan kemudian lupa akan bacaan tersebut.

Oleh sebab itu diperlukan adanya murojaah jangka panjang agar tidak lupa pada apa yang telah Anda hafal.

Tanamkan pada diri Anda semangat menghafal Al-Qur’an, tanamkan sugesti jika Anda menghafal Al-Qur’an maka Anda senantiasa mendapat pahala yang terus mengalir setiap kali Anda menghafal bacaan.

Terlebih bagi Anda yang memiliki hajat tertentu, misalnya ingin segera mendapat jodoh, bebas dari hutang, ingin mendapat keturunan, hafalkan Al-Qur’an dan minta kepada Allah.

Itulah metode menghafal Al-Qur’an yang diciptakan oleh ustad Yusuf Mansyur, yang sampai saat ini metode tersebut telah banyak terbukti menjadikan penghafal Al-Qur’an ternama termasuk anak-anak kecil.

Metode menghafal Al-Qur’an oleh ustadz Adi Hidayat

Dalam metode ini ustad Adi Hidayat terlebih dahulu meyakinkan bahwa menghafal Al-Qur’an sangatlah mudah. Sebab menurutnya kemantapan hati sangat berpengaruh pada tingkat hafalan yang akan dilakukan nantinya.

Tidak boleh ragu sama sekali dalam menghafal Al-Qur’an. Ketika Anda yakin pasti Allah akan mempermudah Anda untuk menghafalnya.

Dalam menghafal Al-Qur’an lebih baik menggunakan mushaf standar penghafalan. Dikarenakan saat ini telah banyak berkembang mushaf tafsir dimana di dalamnya terdapat bacaan yang dilengkapi dengan tafsir Al-Qur’an.

Ada juga mushaf tajwid yang berisi tentang penjabaran tajwid yang terkandung dalam lafal-lafal tertentu. Agar hafalan bisa benar-benar fokus maka gunakan mushaf standar yang hanya berisi bacaan AlQur’an.

Membagi waktu hafalan agar tidak berbenturan dengan aktivitas lain. Pembagian waktu hafalan bisa dikategorikan menjadi 3 waktu:

Waktu menghafal

Dalam satu hari minimal dilakukan satu jam penghafalan agar lebih efektif. Sedang waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an adalah menjelang atau sesudah sholat shubuh, tidak perlu banyak, cukup dengan 3 sampai 5 ayat saja.

Waktu murojaah atau mengulang hafalan

Murojaah bisa dilakukan pada saat sholat sunnah, pada waktu melakukan sholat sunnah bacalah 1 ayat yang telah Anda hafal pada pagi hari dan nantinya rangkaian ayat yang Anda hafal dalam sholat tahajud.

Mudzakaroh

Mudzakaroh artinya mengulang pada waktu senggang. Jadi ketika Anda memilki cukup waktu luang, gunakan waktu tersebut untuk menghafal.

Selanjutnya dalam metode menghafal Al-Qur’an ini Anda harus meluruskan niat dengan memantapkan hati serta mencari guru atau pembimbing yang tepat.

Hafalan dengan metode ini mengharuskan adanya guru atau pembimbing yang bisa mengoreksi apabila terjadi kekeliruan dan bacaan.

Selain agar tidak terlanjur berada dalam hafalan yang salah, bacaan yang keliru akan mengubah arti dan makna dari ayat Al-Qur’an.

Tahap yang terakhir adalah selalu bertawakal kepada Allah, berdoa agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an sebelum melakukan hafalan. Dan meminta kepada Allah agar apa yang telah Anda hafalkan senantiasa tertancap dalam hati dan tidak pernah lupa.

Metode menghafal Al-Qur’an yang dikembangkan ustad Ali Hidayat ini lebih efektif diaplikasikan bagi Anda yang memiliki aktivitas rutin sehari-hari.

Sebenarnya masih ada beberapa metode menghafal Al-Qur’an yang telah dikembangkan oleh beberapa ustad di Indonesia, seperti metode ustad Rony yang mengedepankan hafalan menggunakan otak kanan.

Pada dasarnya hafalan yang diciptakan ustad Rony tidak jauh berbeda dengan dua metode di atas, namun dalam metode ini ustad Rony menambahkan adanya gerakan-gerakan senam yang dilakukan sebelum hafalan.

Senam ini bertujuan untuk membuka fungsi kerja otak kanan sehingga nantinya hafalan-hafalan Al-Qur’an akan tertanam dalam memori otak kanan.

Sebagai alumnus fakultas syariah di UNIDA Gontor, Jawa Timur, ustad Rony mengembangkan metode ini berdasarkan riset yang menyatakan bahwa otak kanan cenderung lebih kuat dalam hal menyimpan memori sampai jangka waktu yang lama.

Demikian ulasan tentang metode hafalan Al-Qur’an yang bisa Anda terapkan. Pada intinya menghafal Al-Qur’an bukan hanya sekedar menghafal bacaan, akan tetapi juga menghafal makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu A’lam bisshowab.