Tips Murojaah di Pesantren dan di Rumah yang Efektif

Tips Murojaah di Pesantren dan di Rumah yang Efektif

Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Akan tetapi kewajiban utama bagi muslim bukan hanya menuntut ilmu, melainkan juga mengamalkan apa yang telah didapatnya.

Belajar Al-Qur’an tidak semata-mata hanya sekedar bisa membaca saja, menerapkan isi pada kehidupan sehari-hari juga perlu. Untuk bisa mengamalkannya Anda perlu melakukan murojaah atau mengulang apa yang telah Anda pelajari.

Berikut tips murojaah yang bisa Anda simak.

Bisa membaca Al-Qur’an merupakan suatu keharusan tersendiri bagi umat muslim. Terlebih jika mampu menghafalnya, tentu hal ini akan menjadi sangat istimewa bagi semua orang. Namun tidaklah mudah untuk bisa menghafal Al-Qur’an serta mengamalkannya.

Perlu waktu yang cukup lama untuk menjadi seorang hafidz/hafidzoh, bahkan beberapa yayasan ataupun lembaga menerapkan sistem karantina bagi para calon penghafal Al-Qur’an.

Dengan karantina atau tidak, untuk bisa menghafal Al-Qur’an dengan cepat adalah menggunakan metode nurojaah.

Apa itu murojaah?

Murojaah adalah bahasa Arab yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonenia berarti mengulang. Sedangkan istilah murojaah digunakan pada pesantren maupun lembaga pendidikan sebagai bagian dari metode pembelajaran Al-Qur’an.

Murojaah memiliki makna mengulang dimana nantinya para penghafal akan mengulang kembali apa yang telah dihafalkan sebelumnya.

Misalnya jika seorang santri atau siswa menghafal ayat 1 sampai 30, maka keesokan harinya siswa tersebut akan menghafal kembali ayat 1 sampai 30 sebelum menambah hafalannya lagi.

Namun terkadang bagi sebagian orang susah untuk menghafal meskipun telah mengulang berkali-kali apa yang dihafalkan.

Maka dari itu, kali ini akan mengulas bagaimana tips murojaah yang paling efektif untuk dilakukan agar bisa cepat ingat. Agar cepat menghafal, Anda harus mengetahui terlebih dahulu metode murojaah seperti apa yang efektif dan tepat untuk Anda terapkan.

Sebab metode murojaah telah banyak dikembangkan menjadi berbagai variasi hafalan. Beberapa dari cara tersebut justru malah salah, sehingga ketika Anda menghafal satu bagian, maka ketika Anda menghafal bagian lain justru bagian yang sebelumnya akan lupa. Jadi lakukan langkah-langkah tips murojaah yang benar.

Anda bisa juga menggunakan speaker al-qur’an untuk ber murajaah

Sebelum membahas tips murojaah di rumah, terlebih dahulu akan membahas tentang metode murojaah di sekolah atau pesantren.

Ada beberapa cara murojaah yang bisa diterapkan pada anak sekelas SD, SMP, atau SMA. Yaitu:


Murojaah manzil

Murojaah manzil adalah mengulang hafalan yang sudah lama sekali. Dalam sekolah atau pesantren, seringkali metode ini diterapkan, bukan hanya untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pelajaran lain.

Murojaah manzil bisa dilakukan dengan tiga cara :

Bersama sebelum pelajaran dimulai

Pada murojaah manzil ini kerap dilakukan secara bersama-sama minimal 15 menit sebelum pelajaran baru akan dimulai. Sebelum guru atau ustadz memulai pelajaran, santri/siswa secara bersama-sama akan menghafal pelajaran yang telah lama. Sehingga pada saat diberi hafalan baru, para siswa tidak lupa akan hafalan yang sudah sangat lama sekalipun.

Dengan tips murojaah manzil ini banyak manfaat yang diperoleh baik siswa maupun guru. Karena dari sini guru bisa membenarkan makhrijul huruf, tajwid, serta kelancaran para santri jika masih ada yang sedikit janggal.

Sehingga nantinya guru bisa mensama ratakan kemampuan bacaan semua murid pada satu kelas.

Murojaah mandiri dengan berpasang-pasangan

Tips murojaah ini dilakukan dengan memasangkan satu siswa saling berhadapan dengan siswa lain. Nantinya dua siswa ini akan bergantian menghafalkan Al-Qur’an dan saling menyimak.

Ketika si A yang sedang menghafal, maka si B yang menyimak. Begitu sebaliknya jika B yang menghafal maka A yang menyimak. Nantinya juga bisa saling mengarahkan apabila terdapat kekeliruan dalam bacaan.

Meskipun cara ini cukup efektif, namun guru tidak bisa langsung mengawasi hafalan para murid. Jika saja terdapat murid yang tidak amanah akan merugikan teman pasangan hafalannya.

Jadi sebelum menerapkan metode ini sebaiknya Anda bentuk sifat atau karakter santri yang beradab serta patuh pada guru.

Cara ini juga bisa dilakukan dengan membagi siswa menjadi dua kelompok dan saling bergilir melanjutkan ayat yang telah di awali guru sebelumnya.

Tanya jawab ayat-ayat yang sudah lama dihafal

Cara yang selanjutnya dengan memberikan soal-soal seputar ayat yang telah lama sekali dihafalkan. Ketika guru memberikan soal kepada santri, maka santri akan mencoba mengingat ayat apa yang telah dipelajari dahulu.


Murojaah sabqi

Murojaah sabqi ini mengandalkan ingatan jangka pendek, yaitu mengulang hafalan yang belum lama dihafalkan murid. Tips murojaah ini bertujuan untuk lebih mempertajam bacaan Al-Qur’an agar lebih jelas dan lebih matang makhorijul huruf, serta tajwid dalam hafalan si murid.

Yang dimaksud mengulang hafalan yang belum lama yakni semisal murid telah menghafal juz 30, juz 29, juz 28, maka murojaah sabqinya di juz 29 sampai juz 28.

Berbeda dengan metode sebelumnya, Karena mengulang hafalan yang belum lama maka murojaah ini hanya perlu dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu.


Itulah tips murojaah untuk siswa yang bisa Anda terapkan dalam pesantren atau madrasah. Namun bagaimana jika murojaah dilakukan di rumah, tentu berbeda dengan metode murojaah di sekolah.

Sebab di rumah tidak memiliki banyak teman yang sama-sama belajar, hal ini memungkinkan anak cepat bosan dan mudah lupa jika murojaah tidak dilakukan dengan benar.

Agar anak terus semangat dalam menghafal Al-Qur’an, perlu beberapa trik untuk mensiasati murojaah anak. Namun sebelum itu apabila anak belum bisa membaca Al-Qur’an sebaiknya ajaklah untuk menyimak dan mempelajari makhorijul huruf serta tajwidnya bersama-sama dengan kedua orang tuanya.

Kebersamaan juga keharmonisan keluarga sangat mempengaruhi mood anak dalam belajar Al-Qur’an di rumah.

Kendala yang sering terjadi saat menghafal Al-Qur’an di rumah adalah ketika murojaah lebih hafal lebih hafal ayat-ayat yang ada pada awal surat, namun ayat-ayat pada tengah sampai akhir surat cenderung susah diingatnya.

Kendala lain menghafal Al-Qur’an di rumah seringnya hafalan macet pada suatu ayat karena kurang lancar pada akhir ayat sehingga membuat ayat selanjutnya justru menjadi lupa. Akhirnya tidak ada cara lain selain membuka Al-Qur’an.

Lantas bagaimana tips murojaah di rumah agar bisa efektif. Berikut pemaparannya,

Tips murojaah yang dilakukan mandiri di rumah bisa dengan membagi suatu surat menjadi beberapa bagian yang di hafalkan. Misalnya jika satu surat terdiri dari 50 ayat, maka tahap hafalannya di bagi menjadi 5 bagian yang masing-masing bagian terdapat 10 ayat.

10 ayat tersebut dibagi lagi menjadi dua yang setiap bagian terdiri dari 5 ayat. Hafalkan 5 ayat tersebut, ulang sampai hafalannya benar-benar kuat sebelum menghafal 5 ayat selanjutnya.

Jika dua bagian yang terdiri dari 5 ayat tersebut sudah kuat tanpa ada kesalahan apapun pada tajwid maupun makhorijul hurufnya, maka gabungkan menjadi satu hafalan yaitu 10 ayat.

Lakukan cara tersebut secara berulang sampai akhirnya bisa menghafal 1 surat dengan sangat baik kelancaran, makhorijul huruf, serta tajwidnya.

Demikian penjelasan tentang tips murojaah yang bisa Anda terapkan di rumah maupun di lembaga yang Anda tangani. Semoga bermanfaat.